VOJNEWS.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menyoroti semakin maraknya praktik nakal dalam penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia mendesak Bulog Jambi untuk lebih selektif dalam membuka kemitraan Rumah Pangan Kita (RPK) agar distribusi beras subsidi benar-benar tepat sasaran.
Menurut Hafiz Fattah, banyaknya jumlah mitra RPK justru menimbulkan persoalan baru. Bukan hanya persaingan yang tidak sehat, tetapi juga memunculkan oknum yang nekat melakukan pengoplosan beras hingga menjual di luar harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Seharusnya Bulog Jambi bisa lebih ketat lagi ya dalam pembukaan mitra RPK ini. Kita minta Bulog juga melakukan pengawasan secara ketat kepada rekanannya yang ada di wilayah Provinsi Jambi, mulai dari tahapan-tahapan di lapangan,” kata Hafiz Fattah, Jum’at (29/8/2025).
Hafiz Fattah juga menekankan, Bulog tidak hanya dituntut memperketat seleksi mitra, tetapi juga wajib memberikan arahan pasar agar mitra tidak kesulitan dalam menjual beras SPHP. Dengan begitu, distribusi berjalan lancar tanpa menyalahi aturan.
“Jadi agar juga para mitra juga tidak kesulitan dalam penjualan, harusnya Bulog juga memberikan arahan pasarannya. Kita juga ingin perekonomian berjalan juga dengan baik, yang pasti penjualan tidak di atas harga ditentukan, itu tidak boleh juga, sangat menyalahi aturan,” tegasnya.
Politisi PAN ini juga menegaskan, jangan sampai masalah distribusi beras SPHP mengganggu perekonomian, khususnya pelaku UMKM. Ia menilai tujuan utama program SPHP adalah menjaga stabilitas harga beras sekaligus membantu masyarakat miskin mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.