Bupati Tanjabbar Tak Hadir di Musrenbang Tanpa Alasan Jelas, Gubernur Jambi dan Wamendagri Geram

Wamendagri (tenga) dan Gubernur Jambi Al Haris (kanan)
Wamendagri (tenga) dan Gubernur Jambi Al Haris (kanan)

VOJNEWS.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, menyoroti ketidakhadiran Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, dan Bupati Batanghari, Fadhil Arief, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Jambi 2025–2029 yang digelar pada Rabu (22/5/2025).

Khusus untuk Batanghari, ketidakhadiran bupati dan wakil bupati dijelaskan karena adanya agenda lain, sehingga keduanya diwakili oleh Sekretaris Daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi kehadiran para kepala daerah dari kabupaten/kota lainnya di Jambi. Namun, ia menilai absennya kepala daerah, khususnya dari Tanjung Jabung Barat, sebagai hal yang mengganggu sinkronisasi visi pembangunan daerah.

“Tanjung Jabung Barat pak Bupati mana, acara apa beliau. Wakil Bupati?” tanya Al Haris.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran kepala daerah atau setidaknya wakilnya dalam forum strategis seperti Musrenbang ini.

“Apalagi acara ini dihadiri Wamendagri. Seharusnya, jika bupati berhalangan, wakilnya bisa hadir. Ini soal komitmen terhadap sinkronisasi program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujarnya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto juga menyesalkan ketidakhadiran pimpinan daerah tersebut. Ia menilai ketidakhadiran tanpa wakil mencerminkan kurangnya komitmen terhadap agenda strategis pembangunan.

“Ini bukan acara seremonial,” tegas Bima.

Ia mendukung langkah Gubernur Jambi yang secara terbuka menegur kepala daerah yang absen, dan menyebut hal itu sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi.

“Saya mengapresiasi Pak Gubernur. Ini memang harus menjadi prioritas. Paling tidak, hadir wakil bupatinya,” kata Bima Arya.

Wamendagri itu juga menaruh harapan besar agar Gubernur Al Haris mampu menjaga soliditas antar daerah dalam membangun Jambi secara menyeluruh

Pos terkait