VOJNEWS.ID – Kemacetan di jalan lintas timur sumatera perlu menjadi perhatian khusus, salah satunya di jembatan Aurduri 1. Wilayah ini merupakan perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Hal ini membuat pemerintah berencana untuk membangun jembatan Aurduri lll sebagai opsi untuk mengatasi kemacetan di jembatan Aurduri 1, yang saat ini hampir setiap hari.
Menanggapi hal itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) lV Jambi mengatakan, rencana pembangunan jembatan Aurduri lll tersebut masuk dalam penanganan jalan tol Jambi-Rengat pada masa Presiden Joko Widodo.
“Kita tunggu saja kebijakan dari pemerintah baru ini, apakah lanjut dilaksanakan atau ada arahan kedepannya,” ujar Ibnu Kurniawan, Jum’at (24/1/2025).
Ibnu juga mengungkapkan, akan selalu mendukung usulan tersebut dikarenakan ini adalah langkah positif dari pemerintah untuk mengatasi kemacetan di jalan lintas timur sumatera.
“Saya sebagai wakil pemerintah di daerah menunggu arahan dari pimpinan pusat terkait dengan pembangunan jembatan Batanghari tiga,” tuturnya.
Selain itu, Ibnu juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat kendaraan over load yang melintasi jalan tersebut sehingga merusak struktur jalan yang di desain hanya mampu menampung beban sekitr 8 ton.
Setelah anggaran dari pusat dikucurkan, BPJN akan segera memperbaiki jalan yang rusak di jembatan Aurduri 1.
Sementara itu, wakil ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata meminta pemerintah untuk segera memprioritaskan pembangunan jembatan Aurduri lll. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan angka kecelakaan lalulintas yang mulai meningkat di sekitaran area jalan tersebut.
“Skala prioritas, saya minta dibangun jembatan Batanghari tiga ini,” ujarnya.

