“Mestinya Pemprov Jambi peduli terhadap pendidikan, seharusnya dikurangi,” tegas Achmad Sarwani.
Lebih lanjut, Acmad Sarwani juga mempertanyakan kontribusi pesantren tersebut terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, jika tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD, maka setidaknya keberadaan lembaga pendidikan tersebut tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
“Secara ekonomi, apa yang bisa dibantu dari Pesantren Al Hidayah? Apa sumbangsihnya ke PAD? tidak ada. Minimal jangan sampai membebankan masyarakat,” pungkasnya.






