VOJNEWS.ID – Temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa telur busuk dan roti yang hampir kedaluwarsa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat memicu respons cepat dari Tim Koordinasi Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) setempat. Bersama Kasat Reskrim, tim langsung turun ke lokasi guna memastikan duduk perkara sekaligus menelusuri rantai distribusi bahan pangan yang digunakan.
Langkah ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi. Temuan tersebut bukan hanya mencoreng tujuan program utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Akan tetapi, juga berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program strategis pemerintah di daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Korwil BGN meminta pihak yayasan pengelola dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permintaan maaf dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kelalaian yang terjadi dan dampaknya terhadap stabilitas publik.
Pihak SPPG sendiri menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam proses seleksi bahan makanan dan pengawasan rantai pasok. Ke depan, faktor keamanan pangan akan menjadi prioritas utama guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Tak berhenti di situ, BGN juga menggandeng unsur Forkopimda melalui Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku UMKM. Langkah ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan yang mendekati masa kedaluwarsa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG tidak hanya membutuhkan distribusi yang cepat, tetapi juga kontrol kualitas yang ketat

