JAMBI – Banyak publik mempertanyakan soal isu yang menerpa keamanan Bank Jambi. Padahal kejadian tersebut biasa terjadi di setiap bank, baik itu serangan siber ringan maupun serangan siber yang berutal.
” Tidak ada sistem keamanan digital yang baku, karena setiap sistem terus berevolusi kemajuannya,” ujar Asy’ari Syafii Ketua DPD HIPSI Jambi kepada vojnews.id Selasa (17/03/2026).
Asy’ari Syafii kepada media ini, mengatakan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang meragukan keamanan perbankan di daerah. Ia menegaskan, langkah percepatan pemulihan yang dilakukan menjadi bukti nyata keseriusan pihak terkait dalam menangani dugaan serangan siber sekaligus menjaga stabilitas kepercayaan publik.
Dalam keterangannya, Asy’ari menyebutkan bahwa secara prinsip dana nasabah di perbankan tetap aman karena dijamin negara melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga tersebut memberikan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Publik tidak perlu termakan isu yang belum tentu kebenarannya. Sistem perbankan nasional memiliki mekanisme perlindungan yang jelas dan terukur,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa dalam perkara kejahatan siber seperti phishing, skimming, maupun peretasan rekening pribadi, LPS tidak serta-merta mengganti kerugian nasabah apabila bank tidak mengalami kegagalan operasional. Dalam kondisi demikian, tanggung jawab dapat beralih kepada pihak bank apabila terbukti terdapat kelemahan dalam sistem pengamanan internal.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan standar ketat bagi industri perbankan dalam memperkuat sistem keamanan teknologi informasi. Sementara itu, setiap dugaan serangan siber akan ditangani secara terpadu bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan keamanan data dan dana nasabah tetap terjaga.
Menurutnya, akselerasi penanganan yang tengah berlangsung mencerminkan kesiapsiagaan regulator dan perbankan dalam merespons situasi. “Percepatan pemulihan ini menjadi indikator bahwa sistem pengawasan berjalan efektif dan responsif,” tegasnya.
Pada bagian lain, ia mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak memberikan data rahasia seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada pihak manapun, yang kerap menjadi celah terjadinya tindak kejahatan siber.
Dengan langkah penanganan yang terukur dan sistem perlindungan yang berlapis, Asy’ari optimistis kepercayaan publik terhadap sektor perbankan, khususnya di Jambi, akan segera pulih dan kembali stabil.

