VOJNEWS.ID – Arus balik libur Lebaran di Terminal Tipe A Alam Barajo, Kota Jambi, mulai menunjukkan peningkatan sejak H+3. Penumpang yang berangkat didominasi tujuan Pulau Jawa dan Sumatera Barat (Sumbar), dengan moda transportasi bus masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Salah seorang pemudik tujuan Pekalongan, Jawa Tengah, Anto, mengaku sengaja memilih kembali lebih awal untuk menghindari kelelahan sebelum kembali bekerja. Ia bersama keluarganya berangkat pada Kamis agar memiliki waktu istirahat yang cukup.
“Kita memilih balik hari ini, biar nanti ada jeda atau istirahat tiga hari sebelum masuk kerja pada Senin mendatang,” kata Anto, Jum’at (27/3/2026).
Anto menjelaskan, bus menjadi pilihan karena dinilai lebih ekonomis dibandingkan pesawat. Selain itu, kapasitas bagasi yang lebih longgar menjadi pertimbangan penting bagi keluarganya.
Kepala Terminal Tipe A Alam Barajo, Sugiyo, menyebutkan selama arus balik rata-rata jumlah penumpang yang berangkat mencapai 300 hingga 350 orang per hari. Tujuan terbanyak masih ke Pulau Jawa, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Ia menambahkan, mayoritas penumpang merupakan pekerja swasta sehingga pergerakan arus balik cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan. Peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi menjelang akhir masa libur Lebaran.
“Biasanya saat menjelang masuk kerja, penumpang tetap ramai karena di dominasi pekerja swasta. Tidak ada lonjakan penumpang, kalaupun ada, biasanya di akhir masa libur,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan perusahaan otobus Sinar Jaya untuk layanan AKAP rute Jambi–Jawa Barat, Ramadan, mengungkapkan seluruh tiket keberangkatan telah habis terjual sejak 23 hingga 29 Maret 2026.
Dalam operasionalnya, Sinar Jaya memberangkatkan dua armada setiap hari dengan tujuan Jambi–Bandung dan Jambi–Bogor. Selama periode mudik dan arus balik, tarif mengalami penyesuaian dari Rp480 ribu menjadi Rp600 ribu untuk rute Jambi–Bandung, serta dari Rp430 ribu menjadi Rp600 ribu untuk rute Jambi–Bogor.
“Sudah penuh sampai Minggu, sehari kita berangkatkan dua unit, tidak ada penambahan armada, tetap dua bus perharinya,” ungkap Ramadan.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

