VOJNEWS.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin nyata di Provinsi Jambi. Hingga pertengahan Juli 2025, sebanyak tujuh kabupaten resmi menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hal ini menjadi sinyal serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat musim kemarau yang mulai mengeringkan wilayah rawan kebakaran.
Ketujuh kabupaten tersebut yakni Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Barat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 2 Juli 2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani menjelaskan, penetapan status ini dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
“yang pertama itu pada tanggal 7 Mei 2025 Muaro jambi, selanjutnya pada tanggal 26 Mei 2025 itu Kabupaten Batang Hari, pada tanggal 2 Juni Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 17 Juni Kabupaten Tebo, 17 Juni Kabupaten Sarolangun, terakhir Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah menaikkan status siaga pada tanggal 1 Juli, serta pada tanggal 2 Juli 2025 Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, “ kata Andre Eko Rinjani, Jum’at (17/7/2025).
Pemprov Jambi telah menerima bantuan berupa alat penunjang pemadaman, antara lain kendaraan roda dua, roda tiga, mesin jinjing, hingga tabung oksigen. Seluruh perlengkapan ini akan segera didistribusikan ke kabupaten/kota yang membutuhkan.
“Peralatan penanganan karhutla yang mana nanti akan kami peruntukkan dan akan kami serahkan juga kepada kabupaten kota yang berkaitan dengan karhutla, terkait dengan bantuan ini kami mendapatkan 3 unit kendaraan roda 2 untuk patroli , 1 unit kendaraan roda 3 untuk memadam kebakaran , terus ada 40 unit mesin bimbing untuk memadamkan kebakaran. ini yang akan kami segera distribusikan kepada kabupaten kota dan juga kami mendapatkan 20 tabung oksigen untuk pernapasan, “ jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jambi melalui Gubernur Al Haris telah resmi mengajukan bantuan ke BNPB RI berupa enam helikopter. Dua unit akan difungsikan untuk patroli udara, sedangkan empat lainnya sebagai helikopter water bombing guna menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
“ helikopter ini untuk operasi udara yang tdika terjangkau oleh darat, “ pungkasnya.


