Ansori mengungkapkan, pihaknya menargetkan mulai tahun 2026 proses pemindahan data dari data center lama ke sistem baru akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini membutuhkan perencanaan matang, termasuk proses backup dan penyesuaian perangkat dari masing-masing pemerintah daerah.
“Harapan kita di tahun 2026 bertahap, karena semuanya butuh proses. Karena proses pemindahan data itu perlu back up dan pemindahan perangkat pemerintah Kabupaten/Kota dari data center sebelumnya,” ujarnya.
Ansori menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah gaya hidup masyarakat yang kini sangat bergantung pada konektivitas cepat dan aman. Namun, di balik peluang tersebut, tantangan pembangunan digital di Jambi masih cukup besar.
“Sebagai putra daerah, kami hadir untuk membangun kampung halaman. Kami berharap Jambi tidak hanya menjadi daerah yang memiliki akses internet, tetapi juga memiliki pondasi digital yang kuat,” tutup Ansori.






