ALAT JITU Tunggu Kebijakan Wali Kota Maulana, Soal Helen’s Play Mart

KOTA JAMBI – Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU) masih menunggu kebijakan tegas Wali Kota Jambi Maulana terkait keberadaan Helen’s Play Mart (HPM). Pergerakan masyarakat adat tersebut menilai, keputusan kepala daerah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan konflik yang dinilai mencederai norma adat, budaya, dan moral masyarakat Jambi.

Koordinator ALAT JITU, R Syah Iran, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini menunggu realisasi audiensi resmi dengan Wali Kota Jambi sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kota Jambi.

Bacaan Lainnya

“Kami bersama pergerakan ALAT JITU menunggu itikad baik pemerintah kota. Kepala Dinas BPMPTSP meyakinkan akan mengupayakan audiensi langsung dengan Wali Kota Maulana agar aspirasi masyarakat adat bisa disampaikan secara lansung,” ujar R Syah Iran. Selasa (20/01/26).

Sebelumnya, Kepala Dinas BPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, pada 19 Januari 2026, usai pertemuan dengan ALAT JITU, memastikan bahwa ruang dialog dengan Wali Kota Jambi akan difasilitasi. Ia menyampaikan bahwa dirinya dijadwalkan bertemu langsung dengan Wali Kota Maulana untuk menyampaikan hasil rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta pihak manajemen HPM.

“Insyaallah kami akan menyampaikan seluruh hasil rapat dan aspirasi yang berkembang. Kami minta waktu sekitar dua sampai tiga hari agar audiensi ALAT JITU dengan Wali Kota bisa terlaksana,” ujar Abu Bakar saat itu.

Ia juga menegaskan bahwa ALAT JITU nantinya dipersilakan menyampaikan langsung tuntutan dan pandangan mereka kepada Wali Kota Jambi tanpa perantara, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendengar aspirasi masyarakat adat.

Sementara itu, ALAT JITU menegaskan akan tetap mengawal proses tersebut dan berharap Wali Kota Maulana mengambil kebijakan yang berpihak pada nilai adat, budaya Melayu Jambi, serta kepentingan moral generasi muda.

“Keputusan ini bukan hanya soal izin usaha, tetapi menyangkut marwah adat dan masa depan Kota Jambi,” tegas R Syah Iran.

Hingga berita ini diterbitkan, ALAT JITU menyatakan masih menunggu kepastian jadwal audiensi resmi dengan Wali Kota Jambi.

Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pos terkait