“Kalau bapak tidak sanggup menjalankan amanah bapak sebagai pejabat di Kota Jambi, lebih baik mundur sekarang. Ada banyak orang yang lebih mampu untuk menduduki kursi anda saat ini,” kata salah satu orator.
Hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan Dinas PUPR Kota Jambi yang memberikan pernyataan resmi. Ketidakhadiran Kadis PUPR menemui massa dinilai memperkuat kesan tertutupnya pengelolaan proyek-proyek publik di Kota Jambi.
GSPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.






