900 Berkas Masih Dicek, Pengumuman Beasiswa Jambi Ditargetkan Pertengahan September

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jambi, Amrulsyah
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jambi, Amrulsyah

VOJNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jambi memastikan program beasiswa bagi mahasiswa tahun 2026 tetap berjalan meski pengumuman hasil seleksi yang dijadwalkan pada 1 September lalu mengalami penundaan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, mengatakan penundaan tersebut bukan pembatalan. Saat ini, panitia masih melakukan verifikasi faktual terhadap calon penerima untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“Kami dari panitia pelaksana memohon maaf atas keterlambatan ini. Kita masih memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi faktual terhadap para calon penerima, agar program Bapak Gubernur ini benar-benar tepat sasaran,” ungkap Amrulsyah.

Ia menargetkan proses verifikasi rampung dalam dua minggu ke depan, sehingga hasil seleksi diharapkan dapat diumumkan pada pertengahan September 2026.

“Insyaallah pertengahan September sudah bisa diumumkan. Masyarakat tidak perlu khawatir. Beasiswa ini sudah pasti ada, anggarannya tersedia, dan insyaallah kami akan menjalankan amanah ini dengan baik,” tegasnya.

Amrulsyah menjelaskan, Pemprov Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk membiayai 500 mahasiswa program S1 dalam negeri pada tahun 2026.

Selain itu, Biro Kesra juga telah melakukan wawancara langsung terhadap mahasiswa asal Jambi yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk di Mesir.

Menurutnya, proses seleksi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Dari total lebih dari 1.000 pendaftar, panitia masih harus melakukan verifikasi faktual terhadap sekitar 900 berkas.

Amrulsyah menjelaskan, verifikasi dilakukan secara ketat dengan mengelompokkan pendaftar ke dalam tiga kategori utama, yakni prestasi akademis, prestasi nonakademis, dan mahasiswa kurang mampu.

Khusus kategori kurang mampu, panitia juga melakukan validasi silang dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan data kependudukan dan domisili pelamar sesuai.

“Khusus kategori kurang mampu, tim menelusuri data apakah pelamar benar-benar masuk dalam desil 1 hingga desil 5 yakni elompok masyarakat berpenghasilan terendah,” jelasnya.

Panitia juga memastikan calon penerima belum memperoleh beasiswa dari lembaga, sponsor lain, maupun pemerintah kabupaten/kota setempat.

Amrulsyah mengatakan, kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan data awal yang diterima panitia. Karena itu, setiap berkas perlu diperiksa secara cermat agar penerima yang ditetapkan benar-benar memenuhi kriteria.

“Misalnya ada dokumen masuk untuk lima kuota penerima, ternyata kondisi di lapangan yang sama ada 15 orang. Nah, ini harus kita cek lagi mana yang benar-benar paling membutuhkan. Kita tidak bisa memprediksi jarak dan waktu saat turun ke lapangan,” jelas Amrulsyah

Ia kembali menegaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjaga ketepatan sasaran dan memastikan program beasiswa Pemprov Jambi berjalan sesuai ketentuan.

 

Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pos terkait