JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendirikan 81 posko siaga yang tersebar di berbagai kawasan rawan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan puluhan posko itu ditempatkan di titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.
“Kami membuat 81 posko tersebar di seluruh wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla,” kata Bachyuni.
Posko siaga tersebut akan diisi oleh personel lintas sektor yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Masing-masing posko diperkuat sekitar 10 personel lengkap dengan peralatan pendukung.
Selain melakukan patroli dan pemantauan, keberadaan posko juga difungsikan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla serta pentingnya tidak membuka lahan dengan cara membakar.
BPBD Jambi mengingatkan bahwa awal Juli hingga akhir September 2026 diperkirakan menjadi puncak musim kemarau yang diperparah oleh menguatnya fenomena El Nino. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, jumlah hotspot yang terpantau melalui Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP sejak 1 Januari hingga 29 Juni 2026 mencapai 1.463 titik panas.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 451 titik, disusul Muaro Jambi 339 titik, Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh 1 titik.
Sementara itu, hingga semester pertama tahun 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai 137,72 hektare. Rinciannya meliputi Sarolangun 44,90 hektare, Batang Hari 36,42 hektare, Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare, Tanjung Jabung Timur 18,80 hektare, Tebo 2,50 hektare, dan Muaro Jambi 1,70 hektare.

